Tanggal 30 Agustus 2008 lalu, kita sudah menonton film One Night With The King yang bercerita tentang seorang anak yatim piatu keturunan Yahudi bernama Hadassah. Ia tinggal bersama pamannya, yang bernama Mordecai di Persia. Sejak kecil, ia sudah ingin menjadi ratu. Akhirnya, Hadassah, yang lebih kita kenal dengan nama Ester menggapai impiannya dan mengalahkan musuhnya yang ingin membunuhnya dan semua kaumnya. Beginilah cerita yang mengantarkannya pada impiannya itu.
Di saat pemerintahan raja Raja Xerxes, keturunan raja Darius, ada seorang ratu yang bernama Vashti. Saat ada jamuan makan raja, seluruh pasukannya meminta Ratu Vashti untuk datang. Namun, dengan alasan tertentu, Vashti tidak mengindahkan panggilan raja itu. Hal ini menjatuhkan wibawa sang raja, sehingga memaksa sang raja untuk menurunkan Vashti sebagai ratu, sambil berkata kalau kerajaan ini tidak punya ratu lagi
Untuk menggantikan sang ratu, Raja Xerxes pun memerintahkan Hagai, abdinya, untuk membawa semua putri di kerajaannya untuk diseleksi, agar menjadi ratu. Di antara putri-putri tersebut, terdapatlah Hadassah, keponakan dari Mordecai. Namun, karena saat itu ada pertentangan dengan orang Yahudi, maka nama Hadassah diganti dengan nama Ester oleh Mordecai. Sejak awal, Hagai sudah menganggap Esther sebagai orang yang cocok untuk menggantikan Vashti. Ia pun memberikan sebuah kalung pada Ester, sebuah kalung yang telah dirampas darinya dulu, sebuah kalung yang pernah diberikan orang tuanya padanya, yaitu suatu kalung istimewa bagi bangsa Yahudi.
Selanjutya, Raja Xerxes yang sudah terpikat dengan kecantikan Ester memilihnya sebagai ratunya untuk menggantikan Vashti sebagai sang ratu Persia. Namun, di tengah pemerintahannya, ada seseorang yang menyimpan dendam pada orang Yahudi. Namanya Hamman. Hal ini berhubungan dengan rahasia Ester, karena sebenarnya dia adalah seorang Yahudi bernama Hadassah.
Lalu, Hamman pun akhirnya menyusun rencana untuk membantai semua Yahudi, termasuk Mordecai, pamannya Ester yang juga merupakan orang yang berjasa, karena telah menyelamatkan keluarga Raja Xerxes. Namun, Ester yang mendengar berita itu langsung mengingatkan raja tentang Mordecai, sehingga raja pun menyuruh Hamman untuk mempersiapkan tanda hormat padanya.
Setelah selesai, surat pembantaian pun dikirim ke seluruh negeri. Namun, Ester yang awalnya menolak permintaan Mordecai untuk berbicara pada raja yang bisa menyebabkan kematiaannya pun akhirnya setuju. Pada saat raja menjamu semua tamunya, Ester datang dan berlutut di depan raja. Hal itu melanggar peraturan, karen semua orang yang datang pada raja tanpa izinnya haruslah mati, kecuali raja memberi restu dengan meletakkan tongkatnya di atas kepala orang tersebut.
Tanpa diduga, Ester yang hampir saja dibunuh, diselamatkan raja dengan meengangkat tongkatnya di atas kepala Ester. Karena itu, Raja, bersama Hamman yang sudah diangkat menjadi pangeran atau bupati pun tak bisa lagi menolak permintaan Ester yang akan disampaikannya di perjamuan makan malam berikutnya.
Ester hanya meminta satu hal, yaitu menolak pembantaian Yahudi. Ia pun mengaku kalau ia adalah seorang Yahudi dan membuktikannya dengan kalungnya. Raja yang mendengar itu langsung keluar dari ruangan. Ester hanya bisa menangis dengan Hamman di sampingnya yang selalu memojokkannya dan menakut - nakutinya. Namun, semakin lama Hamman semakin brutal dan menyerang Ester secara fisik. Raja pun melihatnya dan menyuruh Hagai, abdinya untuk menggantung Hamman di tiang yang telah disiapkan sebelumnya untuk menggantung Mordecai.
Alhasil, Ester dan rakyatnya selamat. Dan, Hamman pun mati, sehingga kini tak ada lagi musuh orang Yahudi yang berusaha membantai mereka. Ester hanyalah bermodal keberanian untuk berbicara pada raja dan menangkap saat - saat yang tepat dan tidak terlambat. Seandainya Ester tidak berani untuk menghadap raja karena takut untuk mati, maka saat itu seluruh rakyat Yahudi, termasuk dirinya pastilah sudah dilenyapkan.
Berikut adalah orang - orang yang membuat film ini....;..
Sutradara ......................................Michael O. Sajbel
Penulis. screenplay.......................Stephan Blinn
Penulis Novel.................................Mark Andrew Olsen [One Night With the King]
Penulis Novel 2..............................Tommy Tenney [One Night With the King]
Daftar Pemain
Hadassah/Esther.......................... Tiffany Dupont
King Xerxes....................................Luke Goss
Prince Admantha...........................John Noble
Prince Memucan............................Omar Sharif
Mordecai.........................................John Rhys-Davies
Hagai, the Royal Eunuch...............Tommy ‘Tiny’ ListerJ
Hamman, the Amelekite...............James Callis
Samuel, the Prophet......................Peter O’Toole
Di saat pemerintahan raja Raja Xerxes, keturunan raja Darius, ada seorang ratu yang bernama Vashti. Saat ada jamuan makan raja, seluruh pasukannya meminta Ratu Vashti untuk datang. Namun, dengan alasan tertentu, Vashti tidak mengindahkan panggilan raja itu. Hal ini menjatuhkan wibawa sang raja, sehingga memaksa sang raja untuk menurunkan Vashti sebagai ratu, sambil berkata kalau kerajaan ini tidak punya ratu lagi
Untuk menggantikan sang ratu, Raja Xerxes pun memerintahkan Hagai, abdinya, untuk membawa semua putri di kerajaannya untuk diseleksi, agar menjadi ratu. Di antara putri-putri tersebut, terdapatlah Hadassah, keponakan dari Mordecai. Namun, karena saat itu ada pertentangan dengan orang Yahudi, maka nama Hadassah diganti dengan nama Ester oleh Mordecai. Sejak awal, Hagai sudah menganggap Esther sebagai orang yang cocok untuk menggantikan Vashti. Ia pun memberikan sebuah kalung pada Ester, sebuah kalung yang telah dirampas darinya dulu, sebuah kalung yang pernah diberikan orang tuanya padanya, yaitu suatu kalung istimewa bagi bangsa Yahudi.
Selanjutya, Raja Xerxes yang sudah terpikat dengan kecantikan Ester memilihnya sebagai ratunya untuk menggantikan Vashti sebagai sang ratu Persia. Namun, di tengah pemerintahannya, ada seseorang yang menyimpan dendam pada orang Yahudi. Namanya Hamman. Hal ini berhubungan dengan rahasia Ester, karena sebenarnya dia adalah seorang Yahudi bernama Hadassah.
Lalu, Hamman pun akhirnya menyusun rencana untuk membantai semua Yahudi, termasuk Mordecai, pamannya Ester yang juga merupakan orang yang berjasa, karena telah menyelamatkan keluarga Raja Xerxes. Namun, Ester yang mendengar berita itu langsung mengingatkan raja tentang Mordecai, sehingga raja pun menyuruh Hamman untuk mempersiapkan tanda hormat padanya.
Setelah selesai, surat pembantaian pun dikirim ke seluruh negeri. Namun, Ester yang awalnya menolak permintaan Mordecai untuk berbicara pada raja yang bisa menyebabkan kematiaannya pun akhirnya setuju. Pada saat raja menjamu semua tamunya, Ester datang dan berlutut di depan raja. Hal itu melanggar peraturan, karen semua orang yang datang pada raja tanpa izinnya haruslah mati, kecuali raja memberi restu dengan meletakkan tongkatnya di atas kepala orang tersebut.
Tanpa diduga, Ester yang hampir saja dibunuh, diselamatkan raja dengan meengangkat tongkatnya di atas kepala Ester. Karena itu, Raja, bersama Hamman yang sudah diangkat menjadi pangeran atau bupati pun tak bisa lagi menolak permintaan Ester yang akan disampaikannya di perjamuan makan malam berikutnya.
Ester hanya meminta satu hal, yaitu menolak pembantaian Yahudi. Ia pun mengaku kalau ia adalah seorang Yahudi dan membuktikannya dengan kalungnya. Raja yang mendengar itu langsung keluar dari ruangan. Ester hanya bisa menangis dengan Hamman di sampingnya yang selalu memojokkannya dan menakut - nakutinya. Namun, semakin lama Hamman semakin brutal dan menyerang Ester secara fisik. Raja pun melihatnya dan menyuruh Hagai, abdinya untuk menggantung Hamman di tiang yang telah disiapkan sebelumnya untuk menggantung Mordecai.
Alhasil, Ester dan rakyatnya selamat. Dan, Hamman pun mati, sehingga kini tak ada lagi musuh orang Yahudi yang berusaha membantai mereka. Ester hanyalah bermodal keberanian untuk berbicara pada raja dan menangkap saat - saat yang tepat dan tidak terlambat. Seandainya Ester tidak berani untuk menghadap raja karena takut untuk mati, maka saat itu seluruh rakyat Yahudi, termasuk dirinya pastilah sudah dilenyapkan.
Berikut adalah orang - orang yang membuat film ini....;..
Sutradara ......................................Michael O. Sajbel
Penulis. screenplay.......................Stephan Blinn
Penulis Novel.................................Mark Andrew Olsen [One Night With the King]
Penulis Novel 2..............................Tommy Tenney [One Night With the King]
Daftar Pemain
Hadassah/Esther.......................... Tiffany Dupont
King Xerxes....................................Luke Goss
Prince Admantha...........................John Noble
Prince Memucan............................Omar Sharif
Mordecai.........................................John Rhys-Davies
Hagai, the Royal Eunuch...............Tommy ‘Tiny’ ListerJ
Hamman, the Amelekite...............James Callis
Samuel, the Prophet......................Peter O’Toole
No comments:
Post a Comment