WELCOME TO THIS BLOG!!!!

Lets Join Us in GBI Youth Community, every Saturday at 6 p.m. on Jalan Kampung Nias II/6-BC.

16 September 2008

Warta Youth Minggu II September 2008

Pentingnya Buah Roh

"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16).


Setiap kita dipanggil untuk menjadi terang bagi dunia ini. Entah itu sebagai hamba Tuhan sepenuh waktu maupun saudara yang bergerak di market place. Lebih dari sekedar menunjukkan talenta atau karunia yang Tuhan berikan, menjadi terang berarti menampilkan karakter kita yang sejati sebagai anak Tuhan.

Karakter adalah hal yang dipamerkan Tuhan dihadapan musuh Ayub.

Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hambaKu Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." (Ayub.1:8 ; 2:3a).

Bagaimana menurut anda, apakah yang akan terjadi jika anda tidak mengembangkan karakter illahi, dan iblis menampi anda di hadapan Tuhan? Apa yang dapat Tuhan banggakan dari kita jika kehidupan kita tidak memberikan buah-buah roh? Allah sangat optimis dengan karakter Ayub dan tahu bahwa Ayub pasti berhasil menghadapi pencobaan, sehingga Allah mengijinkan iblis untuk mencobai Ayub. Allah rindu Dia juga bisa membanggakan karakter kita semua.

Perkara karakter inilah yang Tuhan akan pamerkan dihadapan musuh kita bukan kekayaan kita, kepintaran kita, keberhasilan dalam pekerjaan maupun dalam pelayanan kita, karunia-karunia kita, dan lain-lain lagi yang hanya bersifat sementara itu. Bahkan alkitab berkata dengan gamblang

"Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk kedalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Mat.7:21-23).

Adalah baik kita mengenal Tuhan, tetapi terlebih lagi kita dikenal oleh Tuhan. Orang yang dikenal Tuhan adalah orang yang melakukan kehendak Bapa di Sorga, hidup sesuai dengan ketetapan firmanNya, menampilkan karakter seperti karakter Yesus. Apakah kita sedang terus mengusahakan diri agar menjadi orang-orang yang dikenal oleh Tuhan?

Ditengah-tengah musim lawatan Tuhan yang luar biasa di Indonesia khususnya, Tuhan sedang mempersiapkan umatNya untuk menjadi alat di tanganNya yang luar biasa. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, maka kita akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, dikuduskan, dan dipandang layak oleh Tuhan untuk dipakai dan disediakan untuk pekerjaan yang mulia (2 Timotius 2:21). Tahun 2009 adalah tahun berbuah. Dibutuhkan keintiman, selayaknya hubungan suami istri, agar kita bisa berbuah dan dipakai untuk pekerjaan yang lebih mulia lagi. Mulailah dengan menyucikan diri kita dari kejahatan, mengejar kasih, kesetiaan, damai, menjauhi nafsu orang muda dan hal-hal lainnya yang Tuhan tunjukkan (2 Timotius. 2:22-24).

Kekudusan dan ketaatan kita menentukan kita untuk menerima berkat Tuhan. Sebaliknya, ketidaktaatan mendatangkan kutuk. Saudara diberikan pilihan : berkat atau kutuk, kehidupan atau kematian. Pilihlah untuk menjadi taat maka berkat dan kehidupan menjadi bagian saudara.

Hari-hari ini ada beberapa hamba Tuhan yang dipakai Tuhan dengan luar biasa sedang berguguran. Ada yang bercerai, ada yang berselingkuh, ada yang jatuh karena mammon. Betapa mengerikan mengetahui hal ini. Namun, Tuhan sedang menegaskan pentingnya kekudusan dan keintiman didalam Tuhan agar Tuhan tidak berkata kepada kita

"Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan."

Siapkan diri kita menerima berkat, dipakai oleh Tuhan lebih lagi sebagai bejana yang mulia, dan siap masuk dalam kerajaan Sorga.

(Sumber: ML-profetik/M-I/8/08)


No comments:

Post a Comment